Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kematangan emosi dengan persepsi terhadap pernikahan pada usia dewasa awal. Populasi dalam penelitian berjumlah 745 mahasiswa. Sampel penelitian berjumlah 238 mahasiswa, sampel ditentukan dengan teknik cluster sampling. Pengumpulan data dengan dua skala, yaitu Skala Persepsi terhadap Pernikahan (27 aitem, α = 0,937) dan Skala Kematangan Emosi (32 aitem, α = 0,895). Hasil penelitian dengan menggunakan analisis regresi sederhana menunjukkan koefisien korelasi rxy = 0,351 dengan p = 0,00 (p < 0,01). Hasil tersebut menunjukkan bahwa ada hubungan yang positif antara kematangan emosi dengan persepsi terhadap pernikahan. Semakin tinggi tingkat kematangan emosi maka akan semakin positif persepsi terhadap pernikahan dan semakin rendah tingkat kematangan emosi maka akan semakin negatif persepsi terhadap pernikahan. Kematangan emosi memberikan sumbangan efektif sebesar 12,4% pada persepsi terhadap pernikahan, sedangkan 87,6% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
Copyrights © 2016