Pernikahan poligami yang menuai pro dan kontra di masyarakat Indonesia menjadikan kontroversi yang tidak kunjung usai. Pernikahan poligami merupakan pernikahan seorang suami dengan dua istri atau lebih. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami dan mendeskripsikan pengalaman suami yang berpoligami. Penelitian ini melibatkan dua orang partisipan yang dipilih menggunakan teknik pusposive dengan kriteria pelaku pernikahan poligami, usia pernikahan poligami tiga sampai sepuluh tahun, dan status ekonomi kelas menengah ke atas. Pengumpulan data menggunakan teknik in-depth interview dan dianalisis dengan metode Interpretative Phenomenological Analysis. Penelitian ini memperoleh empat tema induk, yaitu (1) pengambilan keputusan berpoligami meliputi: keadaan pernikahan monogami, persepsi terhadap poligami, pergolakan dalam diri, dan motivasi berpoligami, (2) gambaran kepuasan pernikahan meliputi: penyesuaian partisipan pasca berpoligami dan kehidupan pernikahan poligami (3) proses menemukan makna kepuasan pernikahan poligami meliputi: relasi sosial dan penilaian terhadap pernikahan, dan (4) harapan kepada keluarga meliputi: harapan terhadap pernikahan, harapan terhadap anak, dan harapan kepada sanak saudara. Partisipan A berpoligami karena ingin mendapatkan kebahagiaan pernikahan, karena pernikahan monogaminya tidak bahagia. Sedangkan partisipan B berpoligami atas dorongan dari istri pertama untuk menolong seorang janda. Kedua partisipan tidak menyarankan anggota keluarganya berpoligami, karena tidak ingin keluarganya merasakan kerumitan pernikahan poligami. Partisipan A memaknai kepuasan pernikahan poligami sebagai kehidupan yang ia cari, sedangkan partisipan B memaknai kepuasan pernikahan poligami sebagai ujian hidup. Kata kunci: pernikahan, poligami, kepuasan pernikahan, interpretative phenomenological analysis
Copyrights © 2019