Masa remaja dapat diartikan sebagai masa perkembangan transisi antara masa anak dan masa dewasa yang mencakup perubahan biologis, kognitif, dan sosial-emosional. Dalam menjalani masa remaja, individu memiliki tugas-tugas perkembangan, kegagalan dalam menjalani tugas-tugas perkembangan akan menimbulkan kesulitan dalam menghadapi tugas-tugas berikutnya. Remaja memiliki intensi melakukan bullying untuk meningkatkan harga dirinya, hal ini ditunjukan dengan melakukan bullying kepada teman sepermainannya karena ingin dianggap hebat oleh teman-temannya. Keinginan untuk dihargai adalah salah satu faktor sosial yang dapat mempengaruhi munculnya bullying pada remaja. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 24 Semarang yang berjumlah 254 siswa. Sampel penelitian berjumlah 66 siswa. Sampel diambil dengan menggunakan teknik cluster random sampling. Pengumpulan data menggunakan dua buah skala psikologi yaitu skala harga diri (32 aitem valid, α = 0,978) dan skala intensi bullying (32 aitem valid, α = 0,959). Hasil analisis regresi sederhana menunjukan rxy = -0,476 dengan p = 0,000 (p<0,005), artinya ada hubungan negatif yang signifikan antara harga diri dengan intensi bullying pada siswa kelas VII SMP Negeri 24 Semarang.
Copyrights © 2015