Penelitian ini bertujuan untuk meneliti pengalaman wanita pelaku interracial marriage. Metode yang digunakan dalam penelitian ini merupakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan dokumen audio sebagai pendukung data. Subjek penelitian diperoleh menggunakan teknik purposif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman terbesar dalam pernikahan yang dijalani masing-masing subjek terjadi di awal-awal penyesuaian pernikahan. Wanita pelaku interracial marriage cenderung akan mengalami perubahan gaya hidup sejalan dengan berubahnya pola pergaulan setelah menikah. Pengalaman kurang menyenangkan secara verbal didapatkan ketiga subjek terkait pernikahan yang dijalani. Pengalaman penyesuaian juga terjadi dalam pola pengasuhan yang diterapkan pihak suami dan istri kepada anak-anak hasil interracial marriage dengan menggabungkan budaya negara asal suami dan istri. Makna kebahagiaan bagi subjek adalah kestabilan finansial, kestabilan emosional dan kestabilan spiritual.
Copyrights © 2017