Kota Malang merupakan salah satu kota dengan penduduk usia tua yang tinggi, yaitu dengan presentase sebanyak 8,5% pada tahun 2010 dan meningkat menjadi 10,44% pada tahun 2017. Penurunan kondisi fisik lansia mengharuskan adanya fasilitas yang dapat mengakomodasi lansia dalam beraktivitas, salah satunya adalah moda transportasi. Terdapat permasalahan terkait kondisi moda transportasi publik di Kota Malang yang dinilai masih buruk, khususnya pada aspek yang berhubungan dengan lansia dan penyandang cacat. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif untuk mengetahui preferensi lansia dalam memilih moda transportasi untuk beraktivitas atau melakukan kegiatan berpergian/mobiliasasi. Penelitian ini menunjukkan bahwa preferensi pemilihan moda lansia dipengaruhi oleh faktor internal, faktor eksternal, dan . Faktor internal berupa kemampuan fisik, faktor psikologis, kepemilikan SIM, dan tingkat pendapatan. Faktor eksternal berupa perubahan cuaca, serta kondisi pelayanan moda transportasi publik berdasarkan aspek aksesibilitas, afordabilitas, ketersediaan, keselamatan dan keamanan, acceptable, dan kenyamanan.
Copyrights © 2019