Kanker adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh pertumbuhan sel-sel jaringan tubuh yang tidak normal. Kanker leher rahim merupakan kanker yang terjadi pada serviks atau leher rahim. Diperkirakan, 52 juta perempuan Indonesia berisiko terkena kanker, sementara 36 persen perempuan dari seluruh penderita kanker adalah pasien kanker serviks. Maka pada penelitian ini akan dikaji faktor resiko yang meningkatkan kanker serviks. Berdasarkan hasil analisis regresi logistik ordinal diketahui bahwa variabel yang signifikan terhadap hasil pap test yaitu pemakaian alat kontrasepsi (X2) dan riwayat mempunyai anak (X3). Interpretasi dari nilai odds ratio diperoleh bahwa Pasien yang tidak menggunakan alat kontrasepsi mempunyai resiko terkena kanker dan prakanker pada hasil pap test yaitu sebesar 1,523 kali dibandingkan dengan pasien yang tidak terkena kanker dan menggunakan alat kontrasepsi. Sedangkan untuk pasien yang tidak memiliki anak mempunyai resiko terkena kanker dan prakanker pada hasil pap test sebesar 1,818 kali dibandingkan dengan pasien yang tidak terkena kanker dan memiliki anak.
Copyrights © 2012