Pengujian homogenitas runtundata merupakan tahapan penting dalam kajian perubahan iklim. Tahapan inimerupakan bagian pra-pemrosesan data untuk mengurangi bias kesimpulan dariaspek noniklim. Permasalahan lain terkait kajian perubahan iklim adalah data iklim terlalu pendek, adanya missing data dan lain sebagainya.Penelitian dilakukan di lima kabupaten sentra produksi padi, yaitu: Banyuwangi,Ngawi, Lamongan, Bojonegoro, dan Jember, dengan mengambil beberapa stasiunpengamatan curah hujan. Secara umum terdapat empat uji homogenitas yangdigunakan adalah uji SNHT, uji Buishand,uji Pettitt dan uji Von Neumann. Kurangnya kajian terkait kebaikan keempatmetode tersebut, sehingga mengalami kesulitan dalam memilih metode mana yangakan digunakan, khususnya jika terdapat kesimpulan yang saling bertolakbelakang. Oleh karena itu penelitian ini mengkaji kebaikan (kinerja)masing-masing metode uji homogenitas runtun data curah hujan. Data yangdigunakan adalah data simulasi dan data curah hujan harian yang diperoleh dariBadan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Karangploso Malang. Metode yangdigunakan adalah simulasi tiga skenario yang dibangkitkan dari modelautoregresive dengan tiga ukuran sampel (n = 200, 600, 1000) dan tiga parameterphi (ϕ= 0.2, 0.5, 0.8). Hasil penelitian dengan data simulasi menunjukkan bahwa ujihomogenitas yang memiliki kinerja yang baik dan hampir sama adalah SNHT, uji Buishanddan uji Pettitt. Selanjutnyaketiga uji diimplementasikan pada data curah hujan di wilayah penelitian. Hasilkesimpulan yang didapatkan adalah bahwa sebagian besar data curah hujan diwilayah penelitian homogen.
Copyrights © 2013