Elektrolisis larutan garam grosok dengan merkuri dan polivinil asetal komersial (kanebo) sebagai pemisah anolit katolit telah diteliti. Dalam penelitian ini digunakan larutan garam 35% dengan variasi beda potensial 8 V, 10 V dan 12 V. Proses elektrolisis dilakukan selama 180 menit. Larutan hasil elektrolisis kemudian dianalisis dengan menggunakan Inductively Coupled Plasma-Atomic Emission Spectroscopy (ICP-AES). Berdasarkan hasil elektrolisis diketahui bahwa produksi natrium dengan elektrolisis menggunakan penyekat polivinil asetal komersial (kanebo) menghasilkan kadar natrium yang lebih banyak yaitu 44% sampai 48% dibandingkan dengan elektrolisis menggunakan sel merkuri. Pada elektrolisis larutan garam 35% selama 180 menit pada beda potensial 12 V, elektrolisis menggunakan kanebo menghasilkan kadar natrium sebesar 45,94% sedangkan merkuri sebesar 0,99%.
Copyrights © 2013