Jurnal Sains dan Seni ITS
Vol 4, No 2 (2015)

Penentuan Kadar Besi selama Fase Pematangan Padi Menggunakan Spektrofotometer UV-Vis

Novi Dianawati (Institut Teknologi Sepuluh Nopember)
R. Djarot Sugiarso, K.S. (Institut Teknologi Sepuluh Nopember)



Article Info

Publish Date
22 Dec 2015

Abstract

Kadar besi pada padi selama fase pematangan dan pada lingkungan sekitar padi yaitu tanah maupun air ditentukan menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Sampel padi, tanah, dan air didestruksi terlebih dahulu untuk mendapatkan ion besi. Pengukuran dilakukan dengan mereaksikan ion besi dengan pengompleks 1,10-fenantrolin sehingga terbentuk senyawa kompleks besi(II)-fenantrolin. Panjang gelombang maksimum yang didapat sebesar 509 nm dan nilai regresi pada kurva kalibrasi r = 0,9951. Terdapat 10 variasi hari yang berada dalam fase pematangan padi (52 hari, 63 hari, 67 hari, 71 hari, 77 hari, 81 hari, 85 hari, 90 hari, 95 hari, 98 hari) di setiap sampel yang dianalisis (padi, tanah, dan air) kadar besinya. Hasil analisis menunjukkan bahwa kadar besi di dalam padi memiliki korelasi dengan kadar besi pada tanah temapat menanam padi dan tidak memiliki korelasi dengan kadar besi di dalam air yang digunakan untuk mengairi padi tersebut.               Padi memiliki kadar besi tertinggi saat berumur 77 hari yaitu sebesar 0,565 mg (564,325 ppm) dan memiliki kadar besi terendah saat berumur 90 hari yaitu sebesar 0,306 mg (305,983 ppm).

Copyrights © 2015