Pada perancangan museum yang moderen namun memiliki aspek kedaerahan, pendekatan yang paling tepat untuk digunakan adalah pendekatan regionalisme. Menurut William Curtis, Regionalisme diharapkan dapat menghasilkan bangunan yang bersifat abadi, melebur atau menyatu antara yang lama dan yang baru, antara regional dan universal. Pendekatan Regionalisme dalam redesain Museum Majapahit di Trowulan dilakukan dengan metode transformasi melalui strategi peminjaman (borrowing). Lokasi museum ini berada di Jawa, sehingga rumah adat Jawa yaitu joglo dipilih untuk ditransformasikan untuk diterapkan pada penataan massa dan zoning museum. Sementara itu, transformasi pada Candi Bajang Ratu diterapkan pada perancangan bentuk dari Museum ini untuk mempertahankan ciri khas dari Kerajaan Majapahit.
Copyrights © 2018