Saat ini, pengembangan obat berkembang cepat dan terus dilakukan. Salah satu permasalahan formulasi yang mempengaruhi efektivitas obat adalah kelarutan, terutama pada obat dengan kelarutan rendah. Obat-obat yang termasuk BCS kelas II mempunyai sifat permeabilitas tinggi dengan kelarutan rendah karena termasuk obat lipofilik. Metode yang digunakan untuk meningkatkan kelarutan adalah penambahan surfaktan sebagai substrat p-glikoprotein. Tujuan formulasi tersebut adalah mendapatkan bioavailabilitas untuk mencapai efek terapetik. Penambahan surfaktan sudah dibuat dalam berbagai bentuk sediaan, seperti nanokristal, granul, mikroemulsi, dan lain-lain. Hasil dari berbagai penambahan surfaktan dan bentuk sediaan tersebut berfungsi sebagai substrat p-glikoprotein sehingga kelarutan obat lipofilik meningkat dan bioavailabilitasnya menjadi lebih baik. Kata Kunci: surfaktan, BCS kelas II, kelarutan.
Copyrights © 2018