Farmaka
Vol 17, No 3 (2019): Farmaka (Desember)

Suplementasi Selenium Untuk Pencegahan Penyakit Jantung

Felia Rizka Sudrajat (Padjadjaran University)
Ajeng Diantini (Padjadjaran University)



Article Info

Publish Date
26 Jan 2020

Abstract

Penyakit jantung menjadi penyebab utama kematian di Indonesia. Salah satu trace elements, yaitu selenium, memiliki fungsi biologis yang penting, diantaranya berperan dalam metabolisme hormon tiroid, mekanisme pertahanan tubuh sebagai antioksidan, dan pencegahan kanker. Sebagai antioksidan, selenium bekerja dengan selenoprotein yang memiliki peran terhadap pencegahan penyakit jantung, terutama glutathione peroxidases (GPxs), thioredoxin reductases (TrxRs), dan selenoprotein R (SelR). Defisiensi selenium dalam tubuh dapat mengganggu fungsi biologisnya sebagai antioksidan. Suplementasi adalah salah satu cara untuk mencukupi kebutuhan selenium. Metode yang digunakan dalam penyusunan review artikel ini adalah systematic review dengan menggunakan database jurnal mutakhir dari PubMed, NCBI, dan Science Direct. Beberapa penelitian menunjukkan adanya hasil positif pada pasien penyakit jantung setelah suplementasi selenium. Dengan demikian, suplementasi selenium memiliki potensi sebagai upaya pencegahan penyakit jantung, namun diperlukan studi eksperimental lebih lanjut untuk menjamin keamanan dan efikasi jangka waktu panjang.Kata kunci: penyakit jantung, selenium, suplementasi, pencegahan

Copyrights © 2019






Journal Info

Abbrev

farmaka

Publisher

Subject

Biochemistry, Genetics & Molecular Biology Chemistry Health Professions Immunology & microbiology Materials Science & Nanotechnology Medicine & Pharmacology Public Health

Description

Farmaka is replacement for Pharmaceutical Bulletin, published since 1991, with a frequency of four times a year. Editors accept scholarly works of research results and literature review which was closely related to the science, pharmaceutical technology and ...