Farmaka
Vol 17, No 2 (2019): Farmaka (Agustus)

Efek Merugikan Obat Antihipertensi terhadap Perpanjangan Interval QT

FUJI FADHILLA SANDY (Universitas Padjadjaran)
Dika Pramita (Universitas Padjadjaran)



Article Info

Publish Date
01 Aug 2019

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit yang paling banyak diderita masyarakat. Hipertensi ini merupakan kondisi dimana adanya peningkatan tekanan darah sistolik dan tekanan darah diastolik yang melebihi batas normal. Untuk mengatasinya dapat dilakukan pengobatan dengan obat antihipertensi yang sesuai dengan kondisi penderita. Obat antihipertensi terdiri atas beberapa golongan diantaranya calcium channel blocker, diuretik, 1-adrenoceptor antagonist,  –blocker, ACE inhibitor, dan masih banyak yang lainnya. Selain efeknya dalam penurunan tekanan darah, terdapat pula efek merugikan yang dihasilkan dari penggunaan obat antihipertensi. Salah satu efek merugikan yang perlu dihindari yakni perpanjangan interval QT yang dapat memicu terjadinya Long QT syndrome yang jika dibiarkan dapat menyebabkan kematian. Tujuan dari penulisan ini yakni untuk memberikan gambaran dari beberapa obat antihipertensi yang berdampak terhadap perpanjangan interval QT. Metode yang digunakan dalam penulisan ini yaitu penelusuran literature dalam jurnal-jurnal internasional yang berhubungan dengan variabel yang dibahas. Dari hasil penelusuran, dapat diketahui beberapa obat yang memiliki efek samping terhadap perpanjangan interval QT diantaranya amlodipine, diltiazem, atenolol, ketanserin, nicardipine, indapamide, dan verapamil. Oleh karenanya untuk keamanan penggunaan obat antihipertensi perlu diketahui efek merugikan yang berkaitan dengan perpanjangan interval QT untuk menghindari efek yang tidak diinginkan.Kata kunci : hipertensi, obat antihipertensi, perpanjangan interval QT.

Copyrights © 2019






Journal Info

Abbrev

farmaka

Publisher

Subject

Biochemistry, Genetics & Molecular Biology Chemistry Health Professions Immunology & microbiology Materials Science & Nanotechnology Medicine & Pharmacology Public Health

Description

Farmaka is replacement for Pharmaceutical Bulletin, published since 1991, with a frequency of four times a year. Editors accept scholarly works of research results and literature review which was closely related to the science, pharmaceutical technology and ...