Farmaka
Vol 15, No 2 (2017): Farmaka

Aktifitas Antihiperurisemia Beberapa Tanaman Indonesia

NURIHARDIYANTI NURI (260120160024)



Article Info

Publish Date
07 Jul 2017

Abstract

Abstrak : Kelainan biokimia klinis yang ditandai dengan kadar serum asam urat yang tinggi pada plasma darah merupakan hiperurisemia. Saat ini, untuk pengobatan hiperurisemia umunya digunakan obat alopurinol, yang jika dikonsumsi berlebihan dapat menimbulkan efek samping salah satunya hepatitis. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan daun kepel (Stelechocarpus burahol (Bl.), Mahkota dewa (Phaleria macrocarpa (Scheff.) Boerl), Putri Malu (Mimosa pudica L.), Pakis tangkur (Polypodium feei), Jahe ( Zingiber officinale), Sirzak (Annona muricata), Meniran (Phyllanthus niruri Linn.), Rosella (Hibiscus sabdariffa L.), Tempuyung (Soncus Arvensi L), Rambutan (Nephelium lappaceum). memiliki aktivitas antihiperurisemia. Oleh karena itu, pada review ini akan dibahas mengenai aktivitas antihiperurisemia pada sepuluh tanaman tersebut. Pencarian data primer dilakukan dengan instrumen pencari secara online menggunakan NCBI, Google, dan Yahoo. Hasil yang didapatkan dari beberapa artikel yaitu beberapa tanaman tersebut berkhasiat sebagai antihyperurisemia melalui uji daya hambat xantin oksidase dan menurunkan kadar asam urat pada hewan uji. Sehingga dapat disimpulkan bahwa sepuluh tanaman tersebut memiliki berpotensi untuk dikembangkan sebagai pengobatan hyperurisemia. Kata Kunci: Hiperurisemia, Tanaman Indonesia, Xantin Oksidase.

Copyrights © 2017






Journal Info

Abbrev

farmaka

Publisher

Subject

Biochemistry, Genetics & Molecular Biology Chemistry Health Professions Immunology & microbiology Materials Science & Nanotechnology Medicine & Pharmacology Public Health

Description

Farmaka is replacement for Pharmaceutical Bulletin, published since 1991, with a frequency of four times a year. Editors accept scholarly works of research results and literature review which was closely related to the science, pharmaceutical technology and ...