Akhir-akhir ini, topik berkaitan dengan buah manggis sudah menjadi fokus para peneliti. Hal ini disebabkan kulit manggis mempunyai banyak aktivitas farmakologi. Sebenarnya, kulit manggis digunakan sebagai obat oleh penduduk Asia dalam pengobatan infeksi kulit dan kolera sejak zaman dahulu. Salah satu senyawa utama pada pericarp manggis adalah α- Mangostin. α- Mangostin menunjukkan aktivitas farmakologi yang baik maupun dari model in vivo atau in vitro. α- Mangostin menunjukkan potensi kuat untuk dijadi sebagai obat pada masa depan. Namun begitu, aplikasi α- Mangostin dalam bidang klinis masih kurang. Tujuan untuk menulis review ini adalah membahas tentang aktivitas farmakologi α- Mangostin dalam segi antioksidan, antikanker, antibakteria dan antiinflamasi.
Copyrights © 2018