AbstrakTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah adapengaruh latihan pliometric single leg hop progression dan double leg hop progression terhadap peningkatan daya ledak otot tungkai. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa peserta Ekstrakulikuler SMA Negeri 1 Palu yang berjumlah 30 orang, yakni kelompok single leg hop progression 15 orang, dan kelompok double leg hop progression 15 orang. Hasil penelitian ada peningkatan daya ledak otot tungkai dengan metode latihan single leg hop progression dibuktikan dengan nilai selisih rata-rata 67.73 ? 57.46 dengan hasiltersebut menunjukan peningkatan nilai rata-rata 10.27. Sedangkan latihan double leg hop progression dengan selisih rata-rata 60.06 ? 57.00 dengan hasil tersebut menunjukan peningkatan nilai rata-rata 3.06. Dari hasil penelitian tersebut membuktikan bahwa pemberian metode latihan single leg hop progression memberikan pengaruh yang lebih baik dibandingkan dengan latihan double leg hop progression terhadap peningkatan daya ledak otot tungkai pada siswaekstrakulikuler SMA Negeri 1 Palu.Kata Kunci: Perbandingan Latihan Single Leg Hop Progression, Double Leg Hop Progression, Daya Ledak Otot Tungkai
Copyrights © 2018