Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Vol 16, No 2 (2019): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam

ANALISIS SPASIAL TINGKAT KERUSAKAN KAWASAN SUAKA MARGASATWA PADANG SUGIHAN SUMATERA SELATAN

Adi Kunarso (Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan Palembang)
Tubagus Angga Anugrah Syabana (Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan Palembang)
Shabiliani Mareti (Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Selatan)
Fatahul Azwar (Balai Litbang Lingkungan Hidup dan Kehutanan Palembang)
Taufan Kharis (Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Selatan)
Nuralamin Nuralamin (Balai Litbang Lingkungan Hidup dan Kehutanan Palembang)



Article Info

Publish Date
09 Dec 2019

Abstract

Kawasan Suaka Margasatwa Padang Sugihan merupakan habitat penting bagi gajah sumatera. Namun demikian kondisinya saat ini terus mengalami tekanan terutama akibat kebakaran, pembalakan liar, dan penguasan lahan oleh oknum masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pemetaan tingkat kerusakan Suaka Margasatwa Padang Sugihan dan mengidentifikasi penyebab kerusakan sebagai bagian kegiatan perencanaan pemulihan ekosistem. Analisis kerusakan kawasan menggunakan sistem informasi geografis dengan metode skoring tumpeng susun dan pembobotan terhadap parameter-parameter yang berpengaruh terhadap kerusakan kawasan, yaitu tutupan lahan, frekuensi kebakaran, areal berkanal dan lahan gambut, sensivitas ekologi dan sensivitas sosial. Setiap parameter akan memiliki bobot yang berbeda berdasarkan pengaruhnya terhadap kerusakan kawasan dan kelangsungan hidup spesies kunci. Hasil penelitian menunjukkan kawasan dengan tingkat kerusakan berat seluas 13.219,60 Ha (15%), rusak sedang seluas 31.867,20 Ha (36%), dan rusak ringan seluas 42.555,91 Ha (49%). Areal yang mengalami kerusakan berat merupakan area yang diusulkan menjadi prioritas utama kegiatan pemulihan ekosistem. Kerusakan ekosistem di SM Padang Sugihan terutama disebabkan oleh kebakaran hutan yang terjadi secara berulang, pembalakan hutan, dan pembukaan kanal drainase. Ketiga faktor tersebut menyebabkan hilangnya masa gambut dan berkurang/ hilangnya komposisi vegetasi asli.

Copyrights © 2019