Budaya harus dimasukan ke dalam pendidikan, karena budaya dapat menyebabkan siswa tumbuh dan berkembang baik secara prilaku maupun sikap. Pembelajaran di luar kelas dapat diajarkan melalui kegiatan ekrakurikuler. Ekstakurikuler yang dapat melestarikan budaya ialah ekstrakurikuler karawitan. Ekstrakurikuler karawitan sangatlah bermanfaat dalam melestarikan budaya, karena karawitan merupakan musik asli dari Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) melihat keadaan ekstrakurikuler karawitan yang ada di MI Muhammadiyah Tambakan. 2)peran ekstrakurikuler karawitan dalam menumbuhkan cinta tanah air pada siswa. 3) faktor pendukung dan penghambat dalam kegiatan ekstrakurikuler karawitan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Penelitian deskriptif adalah suatu bentuk penelitian yang paling dasar. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Pemeriksaan keabsahan data menggunakan triangulasi, yaitu triangulasi teknik dan sumber. Hasil penelitian menunjukan bahwa keadaaan ekstrakurikuler karawitan dijadwalkan oleh pihak sekolah pada hari kamis, tetapi juga bisa dilaksankan dilain hari. Ekstrakurikuler karawitan yang diajarkan menggunakan metode intruksi langsung, menggunakan gaya banyumasan dan jenis sekar gending dalam pembelajarannya, dan terdapat alat gending yang mulai rusak. Faktor penghambat dalam kegiatan ekstrakurukuler karawitan ialah tentang alat yang sudah mulai rusak dan masuknya budaya asing. Faktor pendukung dalam ektrakurikuler karawitan ialah dari lingkungan dan sekolah.
Copyrights © 2019