ABSTRACTThis research aims to determine the difference in the profitability and efficiency of PD BPR BKK GROGOL before and after merger during the period 2007-2011 (before merger) and 2012-2016 (after merger). Profitability was measured using ROA and ROE indicators, while efficiency was measured using inputs; total assets, total equity and labor costs and using operating income output. Efficiency measurements are carried out using the Data Envelopment Analysis (DEA) method. To find out the difference before and after the merger t test was used (Paired Sample T-Test). The results showed no significant differences in terms of profitability, but when viewed from the efficiency level there were significant differences before and after the merger. The implications of the results of these studies are that government or local governments can consider mergers for less efficient companies..Keywords: merger; profitability; efficiency; DEA ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk melihat apakah terdapat perbedaan profitabilitas dan efisiensi PD BPR GROGOL antara sebelum dan sesudah merger selama periode 2007-2011 (sebelum merger) dan 2012-2016 (sesudah merger). Profitabilitas diukur dengan menggunakan indikator ROA dan ROE, sedangkan efisiensi diukur dengan menggunakan input; total asset, total ekuitas dan biaya tenaga kerja dan menggunakan output laba operasi. Pengukuran efisiensi dilakukan dengan menggunakan metode Data Envelopment Analysis (DEA). Untuk mengetahui perbedaan antara sebelum dan sesudah merger, penelitian ini menggunakan t test (Paired Sample T-Test). Hasil penelitian ini menunjukkan tidak ada perbedaan profitabilitas, namun dari sisi efisiensi terlihat adanya perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah merger. Implikasi hasil penelitian ini adalah pemerintah pusat dan daerah dapat menggunakan merger untuk perusahaan-perusahaan yang kurang efisien. Kata kunci: merger; profitabilitas; efisiensi; DEA
Copyrights © 2020