Dengan mengadopsi perilaku semut dalam mencari makanan dapat diterapkan dalam proses pencarian rute terpendek dengan mempertimbangkan parameter-parameter pada Ant colony. Secara alami, semut mampu menemukan jalan terdekat dari ke sumber makanan dengan mekanisme meninggalkan jejak untuk setiap jalur yang dilewatinya. Intensitas pheromone digunakan dalam proses pencarian rute dengan mempertimbangkan faktor-faktor lain diantaranya adalah jarak dari titik awal ke titik tujuan. Jejak tersebut digunakan untuk mengukur banyaknya semut yang melewati rute. Proses update pheromone dapat dilakukan baik secara lokal ataupun pada pheromone global yang mempengaruhi performa semut dalam mencari jalur adalah nilai visibilitas dan intensitas pheromone. Hasil pencarian nilai optimal menggunakan algoritma Ant colony Optimization (ACO ) dengan variabel yang ditetapkan diperoleh nilai terbesar 4.726.
Copyrights © 2020