Penelitian ini bertujuan: (1) Untuk mengetahui penerapan komunikasi budaya 3S (Sipakatau, Sipakalebbi, Sipakainge) dalam pembinaan lanjut usia di Panti Sosial Tresna Werdha Gau Mabaji Kabupaten Gowa, (2) Untuk menambah wawasan tentang penerapan komunikasi budaya 3S (Sipakatau, Sipakalebbi, Sipakainge) dalam pembinaan lanjut usia di Panti Sosial Tresna Werdha Gau Mabaji Kabupaten Gowa, (3) Untuk mengetahui Faktor yang menjadi pendukung dan penghambat penerapan komunikasi budaya 3S (Sipakatau, Sipakalebbi, Sipakainge) dalam pembinaan lanjut usia di Panti Sosial Tresna Werdha Gau Mabaji Kabupaten Gowa. Subjek penelitian ini terdiri dari tiga pegawai negeri sipil dan dua puluh dua lansia. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Selanjutnya, data dianalisis dengan menggunakan teknik analisis data model interaktif Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan komunikasi budaya 3S (Sipakatau, Sipakalebbi, Sipakainge) dalam pembinaan lanjut usia di Panti Sosial Tresna Werdha Gau Mabaji Kabupaten Gowa secara umum bisa terlaksana dengan baik meskipun memerlukan waktu yang agak lama. Faktor yang menjadi pendukung utama adalah budaya 3S (Sipakatau, Sipakalebbi, Sipakainge) merupakan kearifan lokal yang masih dilestarikan. Adapun faktor penghambat adalah kembalinya ke sifat kanak-kanakan.
Copyrights © 2019