Waduk Selorejo yang terletak pada lintang 7° 53' LS dan 112° 21' BT dan luasnya 400 hektar, telah selesai dibangun pada tahun 1970.Waduk ini terbentuk karena terbendungnya aliran Kali Konto dan Sungai Kwayangan. Pada tahun 1973 waduk Selorejo secara tidak disengaja telah dimasuki ikan mujair (Sarotherodon mossambicus (Peters). Dominansi ikan mujair yang tertangkap, oleh Suwignyo (1973) dikatakan sebagai pencerminan meningkatnya populasi ikan tersebut.Fihak pengelola Waduk Selorejo telah melakukan penangkapan ikan dengan jaring insang secara berkala pada setiap malam minggu atau malam hari libur.Jenis usaha perikanan yang diusahakan penduduk adalah perikanan pancing.Terdapat juga penggunaan jala dan jaring tetapi jumlahnya tidak banyak karena kegiatan ini dilarang dilakukan di Waduk Selorejo.
Copyrights © 1983