Metal Indonesia
Vol 41, No 2 (2019): Metal Indonesia

PENGARUH VARIASI WAKTU HOLDING PROSES ARTIFICIAL AGING TERHADAP KEKUATAN TARIK DAN KETAHANAN IMPAK PADUAN Al-Si

Moch Iqbal Zaelana Muttahar (Balai Besar Logam dan Mesin, Badan Penelitian dan Pengembangan Industri, Kementerian Perindustrian Jl. Sangkuriang 12 Dago Bandung, Indonesia)
Purbaja Adi Putra (Balai Besar Logam dan Mesin, Badan Penelitian dan Pengembangan Industri, Kementerian Perindustrian Jl. Sangkuriang 12 Dago Bandung, Indonesia)
Greida Frista (Balai Besar Logam dan Mesin, Badan Penelitian dan Pengembangan Industri, Kementerian Perindustrian Jl. Sangkuriang 12 Dago Bandung, Indonesia)



Article Info

Publish Date
31 Dec 2019

Abstract

Indonesia menjadi salah satu negara dengan konsumsi aluminium terbesar, salah satunya untuk komponen bogie tank baja.  Upaya pembuatan roda bogie wheel telah dilakukan dengan berbagai metode, salah satunya adalah proses pengecoran. Untuk memenuhi spesifikasi teknis tersebut, bogie hasil pengecoran harus dikenai proses heat treatment agar memiliki sifat mekanik yang memadai. Dalam penelitian ini dilakukan variasi waktu holding proses artificial aging selama 2, 3, 4, dan 5 jam. Pengujian yang dilakukan berupa uji metalografi, pengujian tarik, dan pengujian impak. Hasil dari pengujian, didapatkan bahwa kekuatan tertinggi adalah sebesar 193,08 MPa yang dicapai oleh spesimen aluminium dengan waktu holding proses artificial aging selama 5 jam. Ketahanan impak tertinggi adalah sebesar 2,55 Joule yang dicapai oleh spesimen aluminium dengan waktu holding proses artificial aging selama 5 jam. Presipitat yang terbentuk pada hasil artificial aging berupa presipitat AlSi yang halus, membulat dan membentuk kluster.

Copyrights © 2019