Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh sistem pemeliharaan semi intensif dan intensif terhadap kualitas fisik telur seperti berat telur, berat kerabang, tebal kerabang, warna kuning telur, indeks kuning telur, indeks putih telur dan indeks haugh. Penelitian ini menggunakan Itik Tegal berumur 36 - 48 minggu yang diberi pakan dengan komposisi ransum dari peternak rakyat. Data yang diperoleh kemudian dibandingkan rata-ratanya dengan menggunakan uji Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa itik yang dipelihara menggunakan sistem pemeliharaan semi intensif menghasilkan telur dengan kualitas fisik yang lebih baik dibandingkan dengan itik yang dipelihara menggunakan sistem pemeliharaan intensif. Berat telur, berat kerabang, ketebalan kerabang, indeks putih telur dan indeks haugh memberikan kualitas yang sama antara sistem pemeliharaan intensif dengan semi intensif.
Copyrights © 2019