Epidermal growth factor (EGF) merupakan protein yang sangat penting dalam proliferasi, diferensiasi, dan pematangan sel. EGF sintetik atau recombinant human EGF (rh-EGF) telah digunakan secara klinis untuk mengatasi kondisi kekurangan EGF alami seperti mempercepat pemulihan luka pada penderita diabetes dan teravaksin untuk pengobatan kanker paru. Ekspresi rh-EGF dilaporkan tidak mudah karena protein ini sensitif terhadap proteolisis intraselular. Kondisi yang optimal sangat diperlukan untukekpsresi rh-EGF agar diperoleh protein dalam jumlah yang tinggi. Hingga saat ini, sejumlah studi ekspresi rh-EGF telah dilaporkan, namun harus difusi dengan protein peningkat solubilitas. Pada penelitian ini, rh-EGF berhasil diekspresikan, meskipun tanpa protein peningkat solubilitas. Ekspresi rh-EGF dikontrol oleh promotor T7 yang tergantung pada isopropil β-D-1-tiogalaktopiranosid (IPTG). Konsentrasi IPTG yang optimal menentukan keberhasilkan ekspresi protein yang diinduksinya. Ekspresi rh-EGF dilakukan dalam dua media, yaitu Luria Bertani (LB) dan Terrific Broth (TB) dengan kondisi non induksi dan induksi IPTG konsentrasi 0,1 mM; 0,5 mM; dan 1 mM. Lama induksi juga divariasikan, yakni 3 dan 6 jam. Konsentrasi rh-EGF tertinggi (0,21 mg/ml) diperoleh dengan ekspresi menggunakan TB yang induksi IPTG 0,5 mM selama 6 jam.
Copyrights © 2019