Jurnal Pamator : Jurnal Ilmiah Universitas Trunojoyo Madura
Vol 9, No 1: April 2016

Stereotip Kesetaraan Gender terhadap Budaya Pernikahan Dini Pada Masyarakat Madura

Anis Miswoni (Program Studi Ilmu Komunikasi, FISIB, Universitas Trunojo Madura)



Article Info

Publish Date
26 Apr 2016

Abstract

Madura masih dikenal sebagai masyarakat yang kental terhadap budaya dan adat istiadat terdahulu yang masih dipraktikkan hingga sekarang bahkan hukum adat yang dilegalkan yaitu pernikahan dini. Dalam budaya pernikahan dini di Madura khususnya di desa Sepulu, Kecamatan Sepulu, Bangkalan terdapat beberapa proses dalam pernikahan dini, yaitu perjodohan dan manipulasi usia pernikahan. Posisi perempuan dalam pernikahan dini adalah sebagai orang yang dipilih, ditunjuk, dan dinikahi, tanpa memiliki hak untuk menolak atau mempertimbangkan. Hak perempuan sejak lahir sudah diarahkan oleh orang tuanya bahkan dalam dunia pendidikan perempuan dianggap tidak terlalu penting. Sehingga para perempuan tidak memiliki hak kebebasan apapun. Strereotip masyarakat perempuan berada dibawah laki-laki. Penelitian ini dianggap penting untuk mengetahui Bagaimana posisi perempuan dalam budaya pernikahan dini di desa Sepulu Kec Sepulu Kabupaten Bangkalan Madura. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi komunikai. Selain itu penelitian ini menggunakan beberapa hal untuk memperoleh data, yaitu observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi yang akhirnya di analisa menggunakan teori Creswell yaitu dengan cara deskripsi, analisis, dan interpretasi. Kemudian untuk memeriksa keabsahan data yang sudah di analisis menggunakan triangulasi data.

Copyrights © 2016






Journal Info

Abbrev

pamator

Publisher

Subject

Humanities Economics, Econometrics & Finance Social Sciences

Description

PAMATOR JOURNAL is the Journal of Social Sciences, Economics and Humanities, published by the Institute for Research and Community Service Trunojoyo University, 2 times a year (April and ...