Media Akuakultur
Vol 14, No 2 (2019): (Desember, 2019)

SUPLEMENTASI RAGI ROTI (Saccharomyces cerevisiae) DALAM PAKAN PEMBESARAN IKAN BARONANG (Siganus guttatus)

Kamaruddin Kamaruddin (Badan riset dan sumber daya manusia dan kelautan perikanan, Balai riset perikanan budidaya air payau dan penyuluhan perikanan)
Lideman Lideman (Balai budiaya air payau takalar)
Usman Usman (Badan riset dan sumber daya manusia dan kelautan perikanan, Balai riset perikanan budidaya air payau dan penyuluhan perikanan)
Bunga Rante Tampangallo (Badan riset dan sumber daya manusia dan kelautan perikanan, Balai riset perikanan budidaya air payau dan penyuluhan perikanan)



Article Info

Publish Date
16 Dec 2019

Abstract

Pemanfaatan Saccharomyces cerevisiae yang disuplementasikan dalam pakan buatan berbasis protein nabati mampu meningkatkan pertumbuhan beberapa jenis ikan budidaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh suplementasi S. cerevisiae dalam pakan pembesaran ikan baronang. Hewan uji yang digunakan adalah ikan baronang dengan bobot awal antara 30-32 g/ekor. Perlakuan yang dicobakan adalah pakan dengan: tanpa suplementasi S. cerevisiae (S0; kontrol), suplementasi S. cerevisiae 2% (S2), suplementasi S. cerevisiae 4% (S4), dan suplementasi S. cerevisiae 6% (S6). Wadah penelitian yang digunakan adalah waring hitam berukuran 1 m x 1 m x 2 m, dengan kedalaman air 1,5 m; ditebari ikan uji dengan kepadatan 20 ekor/wadah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL). Pemberian pakan dilakukan dua kali sehari sebanyak 4% dari biomassa ikan uji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan 2% S. cerevisiae dalam pakan memberikan respons pertambahan bobot dan laju pertumbuhan spesifik yang lebih tinggi (P<0,05) dibandingkan dengan perlakuan lainnya. Nilai koefisien kecernaan total pakan relatif sama antara perlakuan S2, S4, dan S6, namun ketiganya lebih tinggi dan berbeda nyata (P<0,05) dengan kontrol (S0). Jumlah sel darah merah (eritrosit) dan aktivitas fagositosis mengalami peningkatan secara signifikan (P<0,05) seiring dengan penambahan S. cerevisiae dibanding kontrol (S0). Suplementasi S. cerevisiae dapat dilakukan sebanyak 2% dalam formulasi pakan ini untuk pembesaran ikan baronang.The utilization of Saccharomyces cerevisiae supplemented in artificial feed of protein plant-based can increase the growth of several of aquaculture fish species. This study was aimed to evaluate the effect of S. cerevisiae supplementation in artificial diet on the growth performance of rabbitfish. The test animals used were rabbitfish with an initial weight of 30-32 g/fish. The treatments tried were artificial diets with: no supplementation of S. cerevisiae (S0; control), supplementation of S. cerevisiae 2% (S2), supplementation of S. cerevisiae 4% (S4), and supplementation of S. cerevisiae 6% (S6). The fish were reared in twelve net cages of 1 m x 1 m x 2 m, with a density of 20 ind./cage. Completely randomized design was used in this experiment. The fish were fed with test diets twice a day as much as 4% of total biomass. The results showed that the supplementation of 2% S. cerevisiae in diet gave higher weight gain and specific growth rate (P<0.05) than those of other treatments. The value of total feed digestibility coefficient was relatively the same between treatments S2, S4, and S6, but the three of them were higher and significantly different (P<0.05) than the control (S0). The number of red blood cells (erythrocytes) and phagocytic activity increased significantly (P<0.05) along with the supplementation of S. cerevisiae compared to control (S0). Supplementation of S. cerevisiae could be done as much as 2% in feed formulation for grow-out of rabbitfish. 

Copyrights © 2019






Journal Info

Abbrev

ma

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry Biochemistry, Genetics & Molecular Biology

Description

Media Akuakultur as source of information in the form of the results of research and scientific review (review) in the field of applied aquaculture including genetics and reproduction, biotechnology, nutrition and feed, fish health and the environment, and land resources in ...