Artikel ini merupakan hasil penelitian lapangan (field research), pada Komunitas Adat Suku Tengger yang tinggal di Desa Tosari, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Tujuan dari dari artikel ini untuk: pertama, mengidentifikasi proses harmonisasi antar umat beragama yang terjadi pada komunitas adat Suku Tengger; dan kedua, mencari modal sosial yang ada dalam masyarakat adat dalam proses harmonisasi sosial. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui observasi yang bersifat nonpartisipatif. wawancara mendalam (in-depth interview), dan studi pustaka yaitu dengan cara membandingkan data dengan sumber-sumber tertulis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa modal sosial yang ada dalam masyarakat Suku Tengger berupa kepercayaan, kewajiban dan harapan, norma dan sanksi serta informasi seperti yang dikatakan oleh Coleman mampu menjadi pondasi bagi masyarakat Suku Tengger untuk mencapai harmonisasi di tengah beragamnya kebudayaan yang mereka miliki. Modal social dengan beberapa komponen di dalamnya tercakup dalam sebuah mitologi masyarakat yang berkembang dan dilestarikan oleh masyarakat dalam kesehariannya. Keberadaan mitologi inilah yang kemudian menjadi pengikat yang kuat bagi masyarakat Suku Tengger dengan beragamnya budaya berupa agama, asal, pekerjaan dan profesi khususnya Desa Tosari dalam mencapai tujuan kehidupan yang selaras tanpa memunafikkan keberadaan alam sekitar.
Copyrights © 2018