Pengamatan suhu dan kelembapan saat ini pada umumnya menggunakan sistem pengamatan tunggal, yaitu satu paramater cuaca hanya diamati/diukur oleh satu alat ukur saja, apabila alat ukur mengalami kegagalan fungsi maka alat ukur tidak dapat menghasilkan data. Penelitian ini menggunakan lima sensor suhu dan kelembapan DHT22 yang dihubungkan ke mikrokontroler ATMega2560 untuk pemrosesan lanjutan. Data yang telah diolah kemudian ditampilkan pada LCD dan PCdan disimpan di mikroSD. Power switching berjalan secara otomatis berdasarkan waktu yang merujuk pada tanda waktu RTC. Algoritma Triple Modular Redundancy (TMR) menggunakan teknik majority vote, dimana teknik ini akan memilih minimal dua nilai keluaran sensor yang sama, jika nilai keluaran tidak ada yang sama, maka dicari nilai keluaran sensor mempunyai nilai selisih yang paling kecil. Hasil dari pengembangan sistem pengukuran suhu dan kelembapan menggunakan metode TMR jika salah satu sensor gagal, maka sistem masih dapat menghasilkan nilai keluaran dari dua buah sensor yang masih baik.
Copyrights © 2019