NALAR: Jurnal Peradaban dan Pemikiran Islam
Vol 3, No 2 (2019): Nalar: Jurnal Peradaban dan Pemikiran Islam

Mewarisi “Kebencian” Ibrahim: Penafsiran Kontekstual Al-Mumtahanah Ayat Empat Di Tengah Iklim Islamophobia Dengan Pendekatan Kontekstualisme Abdullah Saeed

Muhammad Aufal Ahied (Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar)



Article Info

Publish Date
03 Jan 2020

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk memaparkan penafsiran Surat al-Mumtahanah yang berkaitan dengan sikap Ibrahim kepada kaum dan bapaknya yang tidak mengindahkan dakwah beliau. Adapun latar belakang penulisan ini adalah semakin meningkatnya pandangan buruk terhadap Islam yang dianggap menciptakan umat yang radikal, atau yang diistilahkan dengan islamophobia. Munculnya istilah radikal atau islamopobia disebabkan oleh pemahaman terhadap beberapa ayat al-Qur’an yang dianggap melegalkan kekerasan, salah satunya adalah surat al-Mumtahanah ayat empat. Oleh karenanya, perlu ada upaya reinterpretasi atau penafsiran ulang terhadap ayat-ayat tersebut yang lebih cenderung kepada nilai kedamaian sebagai nilai universal yang diusung oleh Islam. Dalam tulisan ini, penulis menggunakan metode kontekstualisme yang diusung Abdullah Saeed dalam menelaah kembali makna surat al-Mumtahanah ayat empat. Metode ini mencoba menarik kembali makna ayat al-Qur’an dengan melihat makro konteks pertama yaitu kondisi ketika wahyu turun dan makro konteks pertama yaitu masa sekarang dengan penghubung konteks yang diwakili oleh karya-karya tafsir tiap zaman. This paper aims to explain the interpretation of Surat al-Mumtahanah relating to the attitude of Ibrahim to his people and fathers who did not heed his preaching. The background of this writing is the increasing negative view of Islam which is considered to create a radical community, or termed Islamophobia. The emergence of the term radical or Islamopobia is caused by an understanding of some verses of the Koran which are considered to legalize violence, one of which is Surah al-Mumtahanah verse four. Therefore, there needs to be an effort to reinterpret or reinterpret these verses which are more inclined to the value of peace as a universal value carried by Islam. In this paper, the author uses the contextualism method carried by Abdullah Saeed in re-examining the meaning of verse al-Mumtahanah verse four. This method tries to pull back the meaning of the verses of the Koran by looking at the first context macro which is the condition when revelation comes down and the first macro context is the present with the connecting context represented by interpretive works of each age.Kata Kunci: Interpretasi, Kontekstualisme, Islamophobia, Abdullah Saeed

Copyrights © 2019






Journal Info

Abbrev

nalar

Publisher

Subject

Arts Humanities

Description

Nalar: Jurnal Peradaban dan Pemikiran Islam promotes multidisciplinary approaches to Islam and focuses on seven main topics; (1) the Qur’an and hadith, (2) Da’wah, (3) Psychology/Counseling, (4) Theology (Kalam), (5) Philosophy, (6) Mysticism (Tasawwuf), and (7) Islamic History. All ...