Sakina: Journal of Family Studies
Vol 3 No 1 (2019): Family Issues

Mahar Perkawinan Adat Suku Buton Perspektif Teori Hudud Muhammad Shahrur (Studi Kasus di Desa Bahari, Kecamatan Sampolawa, Kabupaten Buton Selatan)

Lis Anjelina (Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang)



Article Info

Publish Date
29 Dec 2019

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) hal-hal yang mempengaruhi besaran mahar dalam perkawinan adat Suku Buton di Desa Bahari, 2) hal-hal yang terjadi apabila ada kesepakatan mahar bagi pasangan beda strata sosial pada adat Suku Buton di Desa Bahari, 3) ketentuan mahar perkawinan adat Suku Buton di Desa Bahari perspektif teori hudud Muhammad Shahrur. Jenis penelitian ini yaitu penelitian empirisdengan menggunakan pendekatan kualitatif. Jenis dan sumber data yang digunakan data primer dan sekunder. Metode pengumpulan datanya menggunakan studi dokumentasi, observasi, dan wawancara. Pengolahan data yang digunakan yaitu dengan tahap pemeriksaan data, klarifikasi, verifikasi, analisis, dan kesimpulan. Hasil penelitian yaitu: 1) hal-hal yang mempengaruhi besaran mahar dalam perkawinan adat Suku Buton yaitu karena perbedaan status sosial, atau pernikahan “silang”, pernikahan karena terjadinya kehamilan diluar nikah dan atau kawin lari. 2) kesepakatan mahar dalam pernikahan “silang” atau beda strata tidak dibenarkan dalam hukum adat, yang boleh menentukan hanya tokoh adat berdasarkan hukum adat yang berlaku. 3) berdasarkan teori hudud Muhammad Shahrur, penetapan mahar perkawinan adat Suku Buton didasarkan pada teori batas minimal, karena ketentuan pembayaran mahar dalam perkawinan adat Suku Buton hanya terdapat batas minimal saja. Sehingga dalam pembayaran maharnya harus diatas batas minimal.

Copyrights © 2019






Journal Info

Abbrev

jfs

Publisher

Subject

Religion Humanities Social Sciences

Description

Journal of Family Studies merupakan sarana komunikasi dan publikasi ilmiah yang berasal dari riset-riset mahasiswa di bidang hukum keluarga dengan berbagai aspek dan ...