Penelitian ini mengenai tarekat dan kultur perlawanan Islam Indonesia. Dalam sejarah Indonesia sendiri, kita mengenal peristiwa pemberontakann petani di Cilegon Banten pada 1888 yang dipelopori oleh murid-murid Syaikh Abdul Karim, murid utama pendiri tarekat Qadiriyyah Naqsabandiyyah, Syekh Ahmad Katib Sambas. Kemunduran tarekat sebagai lawan tangguh dari kolonialismu juga dipicu oleh sikap para ulama sendiri. Perpindahan penjajah dari Belanda ke Jepang barangkali menjadi penanda paling jelas di sini. Kebijakan politk Pemerintah Pendudukan Jepang yang merangkul para kiai di Jawa, misalnya sukses memadamkan semangat anti kolonial.
Copyrights © 2019