Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena kehidupan sosial perempuan yang termarjinalkan dalam masyarakat. Dalam karya sastra perempuan juga terjebak dalam mistik femininitas yang membatasi geraknya. Akibatnya perempuan terlampau jatuh ke dalam imanensi yang mencegahnya menuju transendensi untuk pencapaian eksistensi diri. Permasalahan tersebut dianalisis menggunakan teori feminis eksistensialis Simone de Beauvoir dan Jean-Paul Sartre mengenai kehadiran perempuan sebagai en-soi (ada dalam dirinya) dan pour-soi (ada untuk dirinya) menuju eksistensi diri dan didukung metode analisis dialektik Lucien Goldmann untuk melihat kedudukan karya sastra sebagai fakta kemanusiaan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perempuan yang bebas mampu mencapai eksistensinya sebagai manusia. Ketika seorang perempuan mampu bereksistensi, maka dirinya telah menciptakan eksistensi untuk perempuan lainnya. Setiap pilihan yang dijalani perempuan merupakan citra yang dibangun untuk dirinya dan dunia. Kehadirannya merupakan inspirasi sekaligus menjadi simbol untuk kebangkitan perempuan di sekelilingnya. Kata Kunci: eksistensi perempuan, kebebasan, dan solidaritas
Copyrights © 2018