Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian
Vol 7, No 3 (2013)

KARAKTERISASI BAHAN BAKU PEMBUATAN FOOD BAR BERBASIS PISANG NANGKA UNTUK PANGAN DARURAT

Riyanti Ekafitri (Balai Besar Pengembangan Teknologi Tepat Guna (B2PTTG) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI))
Rohmah Luthfiyanti (Balai Besar Pengembangan Teknologi Tepat Guna (B2PTTG) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI))
Taufik Rahman (Balai Besar Pengembangan Teknologi Tepat Guna (B2PTTG) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI))



Article Info

Publish Date
01 Sep 2013

Abstract

Berbagai bahan baku lokal dapat dibuat menjadi pangan untuk kondisi darurat (food bar), namun bahan baku tersebut perlu dikarakterisasi lebih dahulu. Dalam penelitian ini digunakan bahan baku pisang nangka murni, tepung pisang nangka, tepung kedelai dan tepung ubi jalar. Tepung pisang nangka dihasilkan melalui tahapan pengupasan, pengirisan, perendaman dalam larutan Na-bisulfit, pengukusan, pengeringan, penepungan, dan pengayakan. Tepung kedelai dihasilkan melalui tahapan perendaman, pengupasan kulit, pengukusan, pengeringan, penepungan dan pengayakan. Metode karakterisasi bahan baku yang dilakukan adalah: kadar lemak, kadar protein, dan kadar karbohidrat. Hasil karakterisasi untuk ke-empat bahan baku  tersebut untuk kadar lemak adalah 0.39; 1.53, 15.12 dan 0.48 persen., untuk kadar protein 1,57; 4,085; 39,705; dan 0,34 persen, dan untuk kadar karbohidrat  36,14; 40,00, 36,94; and 68,44 persen. Untuk memenuhi kebutuhan energi 2100 kkal perhari, maka susunan formulasi pangan darurat yang dibuat berdasarkan karakterisasi di atas adalah 38.88 persen pisang nangka murni, 28.32 persen tepung pisang nangka, 7.6 persen tepung kedelai, dan 1.00 persen tepung ubi jalar.. Kata kunci: karakterisasi, bahan  baku, pangan darurat

Copyrights © 2013






Journal Info

Abbrev

teknotan

Publisher

Subject

Other

Description

Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian, merupakan publikasi ilmiah kerjasama antara Fakultas Teknologi Industri Pertanian Universitas Padjadjaran (FTIP UNPAD) dengan Perhimpunan Teknik Pertanian (PERTETA) Cabang Bandung. Jurnal ini diterbitkan 2 kali setahun (1 Volume, 2 Nomor penerbitan) ...