JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang
Vol 7, No 1 (2020): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2020

PENILAIAN TINGKAT KEKUMUHAN DI KELURAHAN TAMBELAN SAMPIT DAN KELURAHAN BANJAR SERASAN DENGAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS ( SIG)

Ramadhan, Imam Tri (Unknown)
Purnomo, Yudi (Unknown)
Sumiyattinah, - (Unknown)



Article Info

Publish Date
12 Feb 2020

Abstract

Kota Pontianak merupakan kota yang memiliki tipologi kota tepian air. Peningkatan pertumbuhan penduduk dan tingginya migrasi mengakibatkan kawasan permukiman berpotensi kumuh. Wilayah RW.01 Kelurahan Banjar Serasan dan RW.07 Kelurahan Tambelan Sampit merupakan salah satu kawasan kumuh berdasarkan SK Walikota Pontianak 367/D-CKRTP/Tahun 2017. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan informasi tentang tingkat kekumuhan secara spesifik di Kelurahan Banjar Serasan dan Kelurahan Tambelan Sampit dengan Sistem Informasi Geografis (SIG). Penilaian tersebut diklasifikasikan dan dinilai dengan proses overlay dalam bentuk: intersect, union dan merge berfungsi untuk menggabungkan beberapa informasi spasial dalam bentuk tematik. Hasil penelitian adalah tingkat kekumuhan dinilai dengan SIG menghasilkan klasifikasi dengan tingkat kumuh sedang memiliki luas 0,15 Ha dari luas total dengan persentase 11%. Indikasi yang mengarah tingkat kekumuhan sedang rata-rata berada di daerah sub blok yang berhadapan dan membelakangi Sungai Kapuas secara langsung. Bagian dari sub blok tersebut yaitu A1, A3, A4, B4, C5, C6, C7 dan D3 serta sebagian sub blok A2, B2 dan C1 dengan nilai bobot yang 39-44. Sedangkan tingkat kumuh ringan tercatat memiliki luas sebesar 1,53 Ha dari luas total dengan persentase 89%. Adapun wilayah sub blok yang memiliki tingkat ringan berada di wilayah B1, B3, C2, C3, C4, D1 dan D2 dengan nilai bobot yang 25-37.

Copyrights © 2020






Journal Info

Abbrev

JMHMS

Publisher

Subject

Civil Engineering, Building, Construction & Architecture

Description

Pesatnya perkembangan di dunia pendidikan mengakibatkan peningkatan kebutuhan terhadap bangunan tinggi sebagai sarana dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah. Bersumber pada Standar Nasional Indonesia (SNI 1726-2019) mengenai Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Struktur Bangunan Gedung ...