Ganendra: Majalah IPTEK Nuklir
Volume 16 Nomor 2 Juli 2013

EFEK KEBOCORAN BEAMTUBE DAN PIPA PRIMER PENUKAR PANAS PADA SUATU MODEL REAKTOR RISET 1 MW BERBAHAN BAKAR TIPE SILINDER

Reinaldy Nazar Nazar (Unknown)



Article Info

Publish Date
02 Oct 2013

Abstract

Telah dilakukan analisis transien menggunakan program komputer RELAP5/Mod3.2 terhadap model reaktor riset berbahan bakar tipe silinder daya 1 MW dan diasumsikan mengalami kebocoran pada beamtube, pipa cold leg, dan pipa hot leg. Berdasarkan hasil analisis diketahui reaktor mencapai kestabilan pada daya 1 MW adalah 1650 detik setelah kekritisan. Pada kondisi stabil suhu pusat dan suhu kelongsong bahan bakar pada kanal terpanas, serta suhu air pendingin primer keluar dari kanal terkait berturut-turut adalah 529,35 OC, 98,37 OC, 81,27 OC. Pada 7,3 detik setelah beamtube bocor, atau 5,1 detik setelah pipa cold leg bocor, atau 6,2 detik setelah pipa hot leg bocor reaktor scram karena level air tangki telah turun 0,5 m. Penurunan air tangki ini terhenti pada level 0,959 m ketika 97,7 detik setelah beamtube bocor, atau pada level 1,252 m ketika 76,4 detik setelah pipa cold leg bocor, atau pada level 1,252 m ketika 78,6 detik setelah pipa hot leg bocor. Pada kondisi ini suhu pusat dan suhu kelongsong bahan bakar pada kanal terpanas, serta suhu air pendingin primer keluar dari kanal terkait berturut-turut adalah 96,25 OC, 89,63 OC, 78,96 OC untuk kebocoran beamtube, atau 87,12 OC, 78,31 OC, 69,10 OC untuk kebocoran pipa cold leg, atau 87,32 OC, 78,54 OC, 69,43 OC untuk kebocoran pipa hot leg. Berbeda dengan kebocoran pada pipa cold leg dan pipa hot leg, suhu-suhu tersebut pada kebocoran beamtube cenderung terus naik karena sisa panas peluruhan, dan air tangki yang tersedia tidak mampu mengambil panas tersebut secara maksimal, sehingga diperlukan sistem pendinginan teras darurat (SPTD) untuk mendinginkannya.

Copyrights © 2013






Journal Info

Abbrev

ganendra

Publisher

Subject

Computer Science & IT Other

Description

Jurnal Iptek Nuklir Ganendra merupakan jurnal ilmiah hasil litbang dalam bidang iptek nuklir, diterbitkan oleh Pusat Teknologi Akselerator dan Proses Bahan (PTAPB) - BATAN Yogyakarta. Frekuensi terbit dua kali setahun setiap bulan Januari dan ...