Mesir kuno memiliki gaya yang aneh daripada karya seni peradaban kuno lainnya. Selain mewujudkan dewa-dewi mereka dengan unsur binatang, orang Mesir kuno juga menggambar dengan bentuk anatomi yang tidak masuk akal. Meski demikian, orang-orang Mesir kuno sangat mengagungkan dewa-dewi mereka, terbukti dari karya-karya seni mewah yang mereka tinggalkan menunjukkan bahwa sang seniman Mesir kuno membuat karya yang pantas untuk dipersembahkan bagi para raja dan dewa. Keanehan-keanehan inilah yang justru membuat seni Mesir kuno sangat unik dan khas yang membuat perupa tertarik untuk mengangkat ?Dewa-Dewi Mesir Kuno Sebagai Ide Penciptaan Karya Seni Kriya Kayu?. Metode penciptaan yang perupa lakukan terdiri dari tiga tahapan, yakni eksplorasi, perancangan, dan perwujudan. Karya terdiri dari enam dewa-dewi Mesir kuno, yaitu Osiris ? dewa kehidupan dunia dan akhirat, Isis ? dewi langit, Seth ? dewa kehancuran dan badai, Bast ? dewi kesenangan dan cinta, Sekhmet ? dewi api dan perang, serta Hathor ? dewi persalinan dan kelahiran. Karya-karya tersebut dipasangkan karya tambahan sebagai pendukung karya utama yaitu dengan simbol nekhbet yang berbentuk burung kondor (burung bangkai) sebagai simbol dewa-dewi Mesir Hulu dan uraerus yang berbentuk ular sebagai simbol dewa-dewi Mesir Hilir.Kata kunci: Mesir kuno, Kriya kayu, Dewa-dewi
Copyrights © 2019