VA
Vol 8, No 1 (2020)

AKSARA JAWA SEBAGAI SUMBER IDE PENCIPTAAN KARYA SENI BATIK

REZA LUKMANSYAH, DIMAS (Unknown)
RATYANINGRUM, FERA (Unknown)



Article Info

Publish Date
08 Jan 2020

Abstract

Penciptaan karya batik ini dilatarbelakangi oleh keprihatinan Perupa pada penggunaan Aksara Jawa. Seiring berkembangnya jaman setelah adanya huruf Abjad, Aksara Jawa mulai ditinggalkan bahkan dilupakan. Terinspirasi oleh salah satu karya seni dari Bengkulu yaitu batik Besurek, yang motif utamanya adalah kaligrafi, Perupa ingin mengangkat Aksara Jawa sebagai sumber ide penciptaan karya batik. Selain aksara, Jawa juga memiliki kalimat-kalimat pitutur (nasehat) antara lain ?Urip Iku Urup?, ?Nerima Ing Pandum?, ?Ing Ngarsa Sung Tulada?, ?Ing Madya Mangun Karsa?, dan ?Tut Wuri Handayani?. Perupa menggabungkan keduanya dalam sebuah karya batik, yaitu dengan menciptakan motif batik berupa Aksara Jawa yang berisi kalimat-kalimat pitutur tersebut. Aksara tersebut digambarkan secara stilasi dan tetap mempertahankan karakternya. Pembuatan karya batik melalui tahapan penciptaan mulai dari penggalian ide penciptaan, penentuan tema, penentuan alat dan bahan, pembuatan desain, penorehan lilin, pewarnaan, pelepasan lilin/pelorodan, hingga finishing. Karya yang dihasilkan berupa 3 lembar kain batik berupa kain panjang masing-masing dengan judul ?Urip Iku Urup?, ?Nerima Ing Pandum?, ?Ing Ngarsa Sung Tulada, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani?, dan sebuah hiasan dinding dengan judul ?Nusantara?.Kata Kunci : Aksara Jawa, ide penciptaan, batik

Copyrights © 2020