Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI)
2013

Perbandingan Waktu Konversi antara ADC 8 bit dan 10 bit dalam Mikropengendali ATMega8535

Arief Hendra Saptadi (Pascasarjana Teknik Elektro Universitas Gadjah Mada)
Risa Farrid Christianti (STT Telematika Telkom Purwokerto)
Jaenal Arifin (Pascasarjana Teknik Elektro Universitas Gadjah Mada)



Article Info

Publish Date
15 Jun 2013

Abstract

Konversi analog ke digital adalah sebuah proseskuantifikasi nilai-nilai parameter fisik di alam (yang bersifatanalog) ke dalam nilai-nilai digital yang setara, untuk keperluankomputasi. Salah satu parameter yang harus diatur dalam proseskonversi tersebut adalah jumlah bit digital yang dihasilkan atauresolusi. Mikropengendali yang digunakan sebagai ADC (Analogto Digital Converter) pada umumnya menyediakan dua pilihanresolusi yaitu 8 bit dan 10 bit. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui apakah pemilihan ADC 8 bit atau 10 bit padamikropengendali ATmega8535 berpengaruh terhadap waktukonversi atau tidak. Dari hasil penelitian telah dapat ditunjukkanbahwa resolusi bit yang berbeda akan tetap menghasilkan waktukonversi yang sama untuk frekuensi yang sama. ADC 8 bitdengan frekuensi 125 KHz, 250 KHz dan 500 KHz, masingmasingmenghasilkan pulsa selebar 5,2 div, 2,6 div, dan 1,3 divatau setara dengan waktu konversi sebesar 104 s, 52 s dan 26s. Hasil yang sama juga diperoleh pada ADC 10 bit untukfrekuensi 125 KHz, 250 KHz dan 500 KHz. Dengan demikian,waktu konversi semata-mata hanya tergantung dari frekuensiADC yang digunakan dan tidak terpengaruh oleh perbedaanresolusi bit. Meski demikian, hasil pengukuran yang diperolehdalam penelitian ini masih dapat dioptimalkan menggunakaninstrumen ukur yang lebih akurat.

Copyrights © 2013