ABSTRACT The community considers that Catfish farming is easy to develop and even has wide and profitable opportunities, but in reality it is not so, besides the high cost, also weak information about actual market conditions, which makes decisions taken by farmers and interested parties often less effective. The dependence of farmers on middlemen is still high, causing weak control of farmers, which results in low marketing margins received by farmers. This research was conducted with the aim of providing an overview of consumer preferences and behavior as well as marketing strategies carried out by farmers. This type of research is descriptive analytic with a quantitative approach, the number of samples is 170 respondents spread across the West Bandung region. The results of this study illustrate that catfish farmers in West Bandung Regency do not have full control over where, to whom, and how the production of catfish production must be marketed. ABSTRAK Masyarakat menganggap bahwa budidaya ikan Lele mudah dikembangkan bahkan peluangnya luas dan menguntungkan, namun pada kenyataannya tidaklah demikian, selain mahalnya biaya, juga lemahnya informasi mengenai kondisi pasar yang sesungguhnya sehingga menyebabkan keputusan yang diambil oleh petani maupun pihak yang berkepentingan seringkali kurang efektif. Ketergantungan petani pada tengkulak masih tinggi menyebabkan lemahnya kendali dari petani, yang mengakibatkan marjin pemasaran yang diterima oleh petani rendah. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk memberikan gambaran mengenai preferensi dan perilaku konsumen serta strategi pemasaran yang dilakukan oleh para petani. Jenis penelitian yaitu deskriptif analitik dengan pendekatan kuantitatif, jumlah sampel sebanyak 170 responden yang tersebar di wilayah Bandung Barat. Hasil penelitian ini menggambarkan bahwa para pembudidaya ikan Lele di Kabupaten Bandung Barat tidak memiliki kendali penuh perihal kemana, kepada siapa, dan bagaimana hasil produksi budidaya Ikan Lele nya harus dipasarkan.
Copyrights © 2018