Buletin Alara
Vol 8, No 1 (2006): Agustus 2006

PEMANFAATAN RADIOISOTOP UNTUK MENCEGAH RESTENOSIS PADA JANTUNG

Rohadi Awaludin (Pusat Radioisotop dan Radiofarmaka – BATAN Kawasan Puspitek)



Article Info

Publish Date
11 Dec 2014

Abstract

PENDAHULUANJumlah penderita penyakit jantung terus meningkat dari hari ke hari, diikuti dengan angka kematian yang menunjukkan kenaikan. Salah satu bentuk serangan jantung adalah terjadinya penyempitan pembuluh darah jantung yang mengakibatkan pasokan oksigen dan zat lainnya ke organ tersebut tidak lancar. Penderita penyempitan pembuluh darah ini dapat ditangani menggunakan metode angioplasty, yaitu metode penanganan dengan melebarkan pembuluh darah yang menyempit. Pembuluh darah dilebarkan dengan cara memasukkan balon yang dapat digelembungkan ke daerah penyempitan menggunakan catheter melalui pembuluh darah. Untuk mencegah terjadi- nya penyempitan kembali (restenosis), dipasang “penyangga” pembuluh darah (coronary stent) yang sering disebut dengan stent. Di Amerika Serikat, pemasangan stent dapat menurunkan terjadinya restenosis dari 50% menjadi 20%. Sedangkan di Jepang dilaporkan bahwa metode ini berhasil menurunkan terjadinya restenosis menjadi 30%. Penggunaan stent telah direkomendasikan oleh badan pengawas obat dan makanan Amerika Serikat, Food and Drug Administration (FDA) pada tahun 1994 [1,2]. Pemasangan stent ternyata belum mampu menuntaskan terjadinya restenosis. Penyempitan kembali setelah pemasangan stent dapat terjadi karena pertumbuhan sel secara tidak normal di daerah bekas penyempitan. Oleh sebab itu, terjadinya resteno- sis dapat dicegah dengan cara menekan pertumbuhan sel ini. Beberapa upaya telah dilakukan untuk menekan terjadinya pertumbuhan sel ini, diantaranya pemanfaatan radiasi pengion. Radiasi pengion telah terbukti efektif untuk menekan pertumbuhan sel dan diharapkan dapat menjadi solusi untuk tantangan ini [1,3].

Copyrights © 2006






Journal Info

Abbrev

Alara

Publisher

Subject

Arts Humanities Earth & Planetary Sciences

Description

Buletin Alara terbit pertama kali pada Bulan Agustus 1997 dengan frekuensi terbit tiga kali dalam setahun (Agustus, Desember dan April) ini diharapkan dapat menjadi salah satu sarana informasi, komunikasi dan diskusi di antara para peneliti dan pemerhati masalah keselamatan radiasi dan lingkungan ...