Jurnal Sains Materi Indonesia
Vol 5, No 3: JUNI 2004

PENGARUH COUPLING AGENT PADA KARAKTERISTIK MAGNET KOMPOSIT BERBASIS HEKSAFERIT (SrM/BaM) DENGAN PEREKAT POLIESTER DAN EPOKSI

Sudirman Sudirman (Puslitbang Iptek Balzan (P313) - BA TAN Kawasan Puspiptek, Serpong , Tangerang 15314)
Ridwan Ridwan (Puslitbang Iptek Balzan (P313) - BA TAN Kawasan Puspiptek, Serpong , Tangerang 15314)
Mujamilah Mujamilah (Puslitbang Iptek Balzan (P313) - BA TAN Kawasan Puspiptek, Serpong , Tangerang 15314)
AIoma Karo Karo (Puslitbang Iptek Balzan (P313) - BA TAN Kawasan Puspiptek, Serpong , Tangerang 15314)
Ari Handayani (Puslitbang Iptek Balzan (P313) - BA TAN Kawasan Puspiptek, Serpong , Tangerang 15314)
Rukihati Rukihati (Puslitbang Iptek Balzan (P313) - BA TAN Kawasan Puspiptek, Serpong , Tangerang 15314)



Article Info

Publish Date
21 Dec 2018

Abstract

PENGARUH COUPLING AGENT PADA KARAKTERISTIK MAGNET KOMPOSIT BERBASIS HEKSAFERIT (SrM/BaM) DENGAN PEREKAT POLIESTER DAN EPOKSI. Magnet komposit merupakan gabungan antara serbuk magnet heksaferit dan bahan pengikat bukan magnetik seperti polimer. Magnet komposit dikembangkan untuk memperoleh bahan magnet yang ringan, elastis dan murah. Pada penelitian ini, digunakan perekat berupa polimer termoset yaitu epoksi dan poliester dengan serbuk magnet heksaferit SrM dan BaM. Disamping itu juga dipelajari pengaruh penambahan coupling agent terhadap sifat mekanik, kekerasan dan strukturmikro magnet kompositnya. Pembuatan magnet komposit dilakukan dengan mencampurkan polimer epoksi atau poliester dengan variasi fraksi volume serbuk heksaferit SrM (SrF12O19) atau BaM (BaFe12O19) sebesar 40, 50 dan 60% v/v yang sebelumnya ditambahkan coupling agent Tetra Isopropil Titanate sebanyak mL atau 10 mL. Selanjutnya dilakukan karakterisasi sifat mekanik (kekuatan tarik), kekerasan dan strukturmikronya. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa sifat mekanik (kekuatan tarik) dan kekerasan magnet komposit berbasis heksaferit dengan perekat poliester atau epoksi mengalami kenaikan dengan bertambahnya komposisi (%v/v) serbuk magnet baik SrM maupun BaM, dikarenakan strukturmikro ukuran partikel serbuk SrM sebesar 1.6 um dengan bentuk serpihan sedangkan BaM berbentuk nodular dengan ukuran partikel sebesar 1,2 um. Perekat polimer epoksi mempunyai harga kekuatan tarik dan kekerasan yang lebih besar dibandingkan dengan magnet komposit berbasis poliester, baik dengan serbuk SrM maupun dengan serbuk BaM. Penambahan coupling agent sangat berpengaruh terhadap kekuatan tarik dan kekerasan magnet komposit dan semakin banyak coupling agent yang ditambahkan maka semakin besar harga kekuatan tarik dan kekerasan dari magnet kompositnya.

Copyrights © 2004






Journal Info

Abbrev

jsmi

Publisher

Subject

Materials Science & Nanotechnology

Description

Jurnal Sains Materi Indonesia (Indonesian Journal of Materials Science), diterbitkan oleh Pusat Teknologi Bahan Industri Nuklir - BATAN. Terbit pertama kali: Oktober 1999, frekuensi terbit: empat ...