Graft-versus-host disease (GVHD) dan rejeksi (penolakan) pada transplantasi alogenik merupakan kasus terpenting pada masalah transplantasi jaringan. Di lain pihak ketersediaan donor dengan kriteria MHC-matching sangat terbatas. Fakta bahwa kebanyakan organisme hidup sehat tanpa terjangkit penyakit autoimun menunjukkan adanya mekanisme regulasi yang mampu mencegah teraktivasinya sel-sel autoreaktif. Organisme mempunyai mekanisme yang sangat sempurna untuk menghindari respon mematikan terhadap self-antigen. Mekanisme terpenting pada toleransi imunologi ini adalah yang diperankan oleh sel T regulator. Mekanisme toleransi yang dilakukan oleh sel T regulator mencegah teraktivasinya sel-sel autoreaktif ini nampaknya juga terjadi pada transplantasi, baik transplantasi sumsum tulang maupun organ. Pada review ini kami akan membahas aplikasi sel T regulator CD4+CD25+ pada transplantasi alogenik terutama pada transplantasi sumsum tulang (bone marrow transplantation, BMT). Kata kunci: sel T regulator, transplantasi sumsum tulang, toleransi imunologi
Copyrights © 2014