Doktrin politik Khawarij menentang pemerintah yang sah dengan pola melakukan bom bunuh diri ternyata tidak berhasil. Bahkan mendapat respon negatif dari umat Islam. Mereka merubah dengan melebur kegiatan politiknya melalui pesta demokrasi baik melalui pilkada dan pilpres. Berlindung dalam demokrasi, mereka melakukan konsolidasi politik baik demonstrasi dan pesta demokrasi melalui Pilkada dan Pilpres. Kekalahan pasangan prabowo-sandiaga uno tidak serta merta mengakui kemenangan pasangan Jokowi-Ma’ruf. Bahkan ijtima IV menolak secara tegas hasil pilpres 2019 yang dianggap tidak sah. Mereka juga menolak pernyataan Prabowo yang mengakui kemenangan rivalnya dengan menyatakan sudah tidak satu barisan dalam memperjuangkan syariat Islam. sikap ini persis sebagaimana dilakukan oleh kaum khawarij yang menentang ali dan muawiyah. Berpedaannya, pada pilpres 2019 mereka masuk pada sistem demokrasi yang melahirkan pola demokrasi eklusif, yaitu suatu pola gerakan massa yang selalu menolak setiap hasil pemilu ketika tidak sesuai dengan syariat Islam menurut versinya.
Copyrights © 2020