Jurnal Arsitektur DASENG
Vol. 6 No. 1 (2017): Volume 6 No.1 Mei 2017

PENCAHAYAAN BUATAN DALAM GEREJA KATOLIK.

Pelealu, Sylviana J. (Unknown)



Article Info

Publish Date
31 Jul 2017

Abstract

Gereja sebagai tempat berkumpul umat kristen harus bisa mewadahi berbagai aktivitas ritual/liturgi beserta aktivitas pendukungnya. Dalam Sacrosanctum Concilium ditegaskan bahwa liturgi merupakan puncak dan sumber kehidupan gereja, dimana Kristus hadir ditengah umat manusia. Pedoman Umum Misale Romawi (PUMR) menuliskan bahwa keindahan tata liturgi, musik dan seni hendaknya dimanfaatkan semaksimal mungkin. Pencahayaan merupakan salah satu unsur penting dalam memenuhi aspek keindahan tata ruang liturgi karena tata cahaya yang baik dapat membawa kita orang lebih khusuk dan sakral dalam mengikuti liturgi.Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan karakteristik jenis pencahayaan buatan yang memenuhi tujuan perayaan liturgi dan kenyamanan visual serta mengevaluasi sistem pencahayaan di gereja Katedral Manado, gereja St. Ignatius dan Hati Kudus Yesus Karombasan sesuai dengan karakteristik dan standar yang ada. Pencahayaan buatan diterapkan dalam suatu ruang bukan hanya untuk penerangan saja melainkan untuk bisa membangkitkan suasana dan membantu pengguna menikmati ruangan tersebut. Bangunan gerejaseharusnya mengundang dan melibatkan Tuhan dalam suasana kebersamaan. Memiliki struktur yang memancarkan keindahan dan menampilkan nilai mulia dan sakral. Aplikasi pencahayaan dalam gereja harus bisa memenuhi standar kenyamanan visual serta meningkatkan nilai estetika dari bangunan itu sendiri sehingga nilai teologis cahaya dalam iman Katolik dapat tercapai.Lewat penelitian kualitatif yang dilakukan serta hasil analisa terhadap data fisik (bentuk ruang dan sistem pencahayaan buatan) dan data non fisik (persepsi ruang, persepsi cahaya dan kenyamanan visual) didapatkan bahwa pemenuhan terhadap kebutuhan ruang liturgi harus bisa menciptakan cahaya sebagai simbol terang yang muncul dalam kegelapan, cahaya untuk membentuk suasana dan menciptakan pengalaman ruang (vertikal dan horisontal) dan cahaya yang memisahkan ruang sakral dengan yang lebih sakral. Sementara untuk memenuhi kebutuhan kenyamanan visual, ketiga gereja belum bisa sepenuhnya memenuhi prinsip tersebut, sehingga perlu adanya perbaikan dan upaya optimalisasi sistem pencahayaan yang sudah ada.Kata kunci : Pencahayaan Buatan, Liturgi, Kenyamanan Visual, Gereja Katolik

Copyrights © 2017






Journal Info

Abbrev

daseng

Publisher

Subject

Civil Engineering, Building, Construction & Architecture

Description

Jurnal Arsitektur DASENG adalah media informasi pengembangan Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Seni khususnya Artikel Ilmiah bidang Arsitektur berupa Hasil Penelitian, Hasil Perancangan, Studi Kepustakaan maupun Tulisan ...