Penelitian ini bertujuan untuk memetakan kinerja perguruan tinggi berdasarkan pendekatan Strategic MapBalanced Scorecard yang diaplikasikan secara kasuistik pada enam STIE di Bandung. Hasil analisis pembobotanantar perspektif menunjukkan bahwa bobot kepentingan perspektif proses internal (0,2578) relatif sedikit lebih tinggidaripada bobot kepentingan perspektif pelanggan (0,2548). Kedua perspektif ini memiliki bobot kepentingan yanglebih tinggi daripada perspektif inovasi dan pembelajaran (0,2505) serta perspektif finansial (0,2370). Hasil pemetaanstrategi antar perspektif dalam penelitian ini dapat menjadi dasar keputusan strategik untuk memposisikan perspektifproses internal yang kuat sebagai pengungkit atau leverage bagi meningkatnya kinerja Balanced Scorecard secarakeseluruhan, sementara perspektif pelanggan diposisikan sebagai perspektif kunci sasaran kinerja. Adapun perspektiffinansial serta perspektif inovasi dan pembelajaran diposisikan sebagai tumpuan kinerja. Direkomendasikan agarSTIE di Bandung memperbaiki asimetri informasi antara pemilik sebagai principal dengan pengelola sebagai agentmelalui pengembangan good corporate governance serta memfungsikan motif masing-masing stakeholders sebagaipenggerak manajemen kinerja.
Copyrights © 2015