Kondisi pasar dan persaingan antar pelaku usaha agribisnis sayuran yang semakin ketat menuntut petani untuk melakukan berbagai upaya strategi bisnis untuk memenangkan persaingan diantaranya dari sisi strategi pemasaran melalui pemasaran relasional. Membangun pemasaran relasional dengan stakeholder termasuk konsumen. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan desain studi kasus. Penelitian ini dilakukan di Klaster Agribisnis Sayur Kelompok Tani Katata yang terletak di Kampung Cinangsi, Desa Margamekar, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat. Pemilihan lokasi dilakukan di kelompok tani ini karena berlokasi di sentra sayuran dan mengembangkan komoditas wortel sebagai komoditas utamanya. Fokus dari penelitian ini adalah menganalisis hubungan Kelompok Tani Katata dengan semua pemangku kepentingan berdasarkan enam pasar. Model ini akan mengidentifikasi potensi petani wortel dalam hubungan dengan pemangku kepentingan dari domain enam pasar serta pertukaran nilai antar pelaku. Pihak yang mempengaruhi kelompok tani berada pada keenam pasar dan tercipta pertukaran nilai dalam jaringan. Strategi yang diterapkan harus mempertahankan dan meningkatkan kolaborasi dalam pertukaran nilai dalam jaringan.
Copyrights © 2017