Kebijakan pertama peningkatan peranan wanita dikembangkan dalam tujuh program, dan program pertama adalah wajib belajar sembilan tahun. Sejak dicanangkannya program tersebut hingga kini hasilnya belum memuaskan yang disebabkan oleh adanya berbagai kendala, baik yang bersifat ekonomi, sosio kultural maupun struktural. Salah satu kasusnya adalah masih banyaknya orangtua di pedesaan yang mempekerjakan anak usia sekolah menjadi pembantu rumah tangga (pramuwisma) di perkotaan. Terdapat hubungan terbalik yang cukup erat antara peran pramuwisma anak wanita dalam ekonomi keluarga dengan sikap orangtua terhadap program wajib belajar sembilan tahun. Hal tersebut ditunjukkan dengan koefisien korelasinya ( s r ) sebesar ─ 0, 651, yang berarti semakin tinggi peran pramuwisma anak wanita dalam ekonomi keluarga maka semakin rendah sikap orang tua terhadap program wajib belajar sembilan tahun. Kata kunci : peranan wanita, pramuwisma anak wanita, wajib belajar sembilan tahun
Copyrights © 2007