Lembaga keuangan mikro disebut sebagai suatu lembaga yang dapat memberikan kemudahan bagi para pengusaha kecil dan mikro dalam pemberian kredit mikro untuk melakukan pengembangan usaha serta untuk mengentaskan kemiskinan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lembaga keuangan mikro dan pemberdayaan perempuan terhadap tingkat kemiskinan pada Orang terkena Dampak di daerah sekitar pembangunan Waduk Jatigede, Sumedang, Jawa Barat, dengan populasi sebesar 10.924 orang. Dengan metode non-probability sampling dengan teknik purposive sampling dipilih 100 orang terkena dampak pembangunan waduk Jatigede yang tersebar di lima kecamatan di Sumedang yakni Cisitu, Darmaraja, Wado, Jatigede dan Jatinunggal. Pengumpulan data dilakukan melalui pengisian kuisioner langsung kepada masyarakat OTD. Untuk mengetahui pengaruh dari lembaga keuangan mikro dan pemberdayaan perempuan terhadap tingkat kemiskinan, penelitian ini menggunakan analis PLS SEM. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa lembaga keuangan mikro dan pemberdayaan perempuan secara simultan mempengaruhi tingkat kemiskinan. Secara parsial, lembaga keuangan mikro dan pemberdayaan perempuan memberikan dampak yang positif dan signifikan terhadap pengurangan tingkat kemiskinan di Kabupaten Sumedang, khusunya di 5 Kecamatan yaitu Cisitu, Darmaraja, Wado, Jatigede dan Jatinunggal. Dengan melakukan pemberdayaan perempuan melalui pemberian akses yang lebih pada perempuan dengan pemanfaatan kredit mikro akan membantu menambah penghasilan keluarga, khususnya bagi masyarakat OTD.
Copyrights © 2019