Sosiohumaniora
Vol 15, No 3 (2013): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2013

PENDIDIKAN SEJARAH DAN KARAKTER BANGSA BELAJAR KETELADANAN HIDUP DARI KETOKOHAN NATSIR DAN BUYA HAMKA

Abd. Rahman (dosen)



Article Info

Publish Date
08 Nov 2013

Abstract

Runtuhnya rezim Orde Baru di tangan mahasiswa pada tahun 1998 telah mengantarkan bangsa Indonesia menuju era reformasi. Digulirkannya era reformasi oleh mahasiswa hanya memiliki satu tujuan, yaitu terbangunnya bangsa Indonesia yang lebih baik. Kenapa bisa demikian, karena dua rezim sebelumnya, baik rezim Orde Lama, maupun rezim Orde Baru sama-sama gagal dalam membangun Indonesia yang lebih baik. Atas dasar itu, rakyat sangat berharap, bahwa era reformasi adalah era yang paling tepat untuk melihat Indonesia dalam keadaan yang lebih baik. Namun sayang, harapan itu masih jauh, karena Indonesia tidak memiliki tokoh yang layak dalam memimpin bangsa ini, sehingga bangsa ini masih berkutat dengan berbagai permasalahannya. Dalam konteks ini, menarik kiranya penulis menampilkan dua tokoh pergerakan Islam, yaitu Muhammad Natsir dan Buya Hamka. Dengan menggunakan metodologi sejarah, kajian ini diharapkan mampu menampilkan fakta-fakta keteladanan hidup dari kedua tokoh ini, sehingga dapat dijadikan pijakan moral bagi bangsa ini untuk bangkit dari keterpurukan.

Copyrights © 2013






Journal Info

Abbrev

sosiohumaniora

Publisher

Subject

Arts Humanities Economics, Econometrics & Finance Law, Crime, Criminology & Criminal Justice Social Sciences

Description

Jurnal Sosiohumaniora adalah jurnal berskala nasional yang mencakup kajian ilmu sosial dan humaniora. Jurnal ini menaruh perhatian pada persoalan gender, pemberdayaan masyarakat, lembaga dan administrasi publik, sistem pemerintahan lokal dan kesehatan masyarakat. Jurnal Sosiohumaniora akan ...